![]() Di jantung kota Bogor, terdapat taman kota yang sangat luas (80 ha) yang terkenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan peninggalan Gubernur Jenderal Raffles, yang sebelumnya merupakan taman dari Istana Bogor kemudian dirubah menjadi kebun penelitian botani oleh ahli botani Belanda Profesor Reinwardt dan asistennya dari Kew Gardens (London, UK), dan resmi dibuka oleh pemerintah Belanda tahun 1817. Pada awalnya kebun ini dipergunakan untuk penelitian dan pengembangan tanaman seperti teh, kopi dll. Saat ini kebun raya menjadi pusat riset botani Indonesia. Kebun raya dibagi menjadi dua oleh sungai Ciliwung dan di dalamnya terdapat bunga teratai raksasa; serta terdapat lebih dari 15.000 jenis pohon dan tumbuhan, termasuk 400 jenis pohon palem. Rumah anggrek kebun raya memiliki lebih dari 3000 varitas dan dibuka untuk umum, dengan tiket masuk Rp.1000. Di sebelah Utara pintu masuk utama terdapat monumen kecil untuk mengenang Olivia Raffles yang meninggal tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia. Kebun raya dibuka pada jam 8 pagi s/d 5 sore. Pada hari Minggu dan hari libur kebun raya sangat ramai dengan pengunjung. Harga tanda masuk Rp.5000 untuk hari biasa, Rp.4000 untuk hari Minggu dan libur. Pintu gerbang utama ada di sebelah Selatan, sedangkan pintu-pintu yang lain hanya dibuka pada hari Minggu dan libur. |
Tampilkan postingan dengan label IPA biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA biologi. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 April 2013
Kebun Raya Bogor
Jumat, 23 November 2012
Klasifikasi Mahluk Hidup
Klasifikasi Mahluk Hidup
Seperti kita ketahui, mahluk hidup di dunia ini banyak sekali ragam jenisnya. Perhatikan saja jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di sekitar kita. Banyak sekali bukan? Nah, bagaimana kita dapat mempelajari mahluk hidup di sekitar kita? Tentunya akan sulit jika mahluk hidup yang beragam jenis tersebut tidak dikelompokkan. Itulah sebabnya seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal dengan Carolus Linnaeus (1707-1778) melakukan klasifikasi mahluk hidup.
Klasifikasi mahluk hidup adalah pengelompokan mahluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimilikinya. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi mahluk hidup disebut dengan Taksonomi.
Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
- mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
- mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
- mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
- memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
- Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
- Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
Tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup yang dilakukan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut :
- Pencandraan atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
- Pengelompokan, yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu kelompok yang sama yang disebut dengan takson.
- Pemberian nama takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi, selanjutnya diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu kelompok mahluk hidup tertentu.
Linnaeus memperkenalkan hierarkki (tingkat) takson untuk mengelompokkan makhluk hidup. Hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah :
- Kingdom (kerajaan)
- Phylum (Filum) untuk hewan, atau Divisio (Divisi) untuk tumbuhan
- Classis (Kelas)
- Ordo (Bangsa)
- Familia(Keluarga/Suku)
- Genus (Marga)
- Spesies (Jenis)
Keterangan :
- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin sedikit
Contoh klasifikasi tumbuhan Jeruk bali.
| Gambar |
Takson
|
Tumbuhan
|
![]() | Kingdom | Plantae |
| Divisio | Magnoliophyta | |
| Class | Magnoliopsida | |
| Ordo | Sapindales | |
| Familia | Rutaceae | |
| Genus | Citrus | |
| Spesies | Citrus grandis |
Artikel menarik lainnya :
- Saat belajar ekosistem sebenarnya kita belajar mengenal lingkungan sekitar kita. Kita dapat belajar mengenali apa saja komponen biotik ..
- Dalam ekosistem hanya tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan air, karbondioksida, klorofil ..
- Klasifikasi atau pengelompokan mahluk hidup ke dalam lima kingdom (lima kerajaan) dikemukakan oleh R.H Whittaker pada tahun 1969. ..
Langganan:
Postingan (Atom)
Tampilkan postingan dengan label IPA biologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA biologi. Tampilkan semua postingan
Senin, 01 April 2013
Kebun Raya Bogor
![]() Di jantung kota Bogor, terdapat taman kota yang sangat luas (80 ha) yang terkenal dengan nama Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan peninggalan Gubernur Jenderal Raffles, yang sebelumnya merupakan taman dari Istana Bogor kemudian dirubah menjadi kebun penelitian botani oleh ahli botani Belanda Profesor Reinwardt dan asistennya dari Kew Gardens (London, UK), dan resmi dibuka oleh pemerintah Belanda tahun 1817. Pada awalnya kebun ini dipergunakan untuk penelitian dan pengembangan tanaman seperti teh, kopi dll. Saat ini kebun raya menjadi pusat riset botani Indonesia. Kebun raya dibagi menjadi dua oleh sungai Ciliwung dan di dalamnya terdapat bunga teratai raksasa; serta terdapat lebih dari 15.000 jenis pohon dan tumbuhan, termasuk 400 jenis pohon palem. Rumah anggrek kebun raya memiliki lebih dari 3000 varitas dan dibuka untuk umum, dengan tiket masuk Rp.1000. Di sebelah Utara pintu masuk utama terdapat monumen kecil untuk mengenang Olivia Raffles yang meninggal tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia. Kebun raya dibuka pada jam 8 pagi s/d 5 sore. Pada hari Minggu dan hari libur kebun raya sangat ramai dengan pengunjung. Harga tanda masuk Rp.5000 untuk hari biasa, Rp.4000 untuk hari Minggu dan libur. Pintu gerbang utama ada di sebelah Selatan, sedangkan pintu-pintu yang lain hanya dibuka pada hari Minggu dan libur. |
Jumat, 23 November 2012
Klasifikasi Mahluk Hidup
Klasifikasi Mahluk Hidup
Seperti kita ketahui, mahluk hidup di dunia ini banyak sekali ragam jenisnya. Perhatikan saja jenis hewan dan tumbuhan yang hidup di sekitar kita. Banyak sekali bukan? Nah, bagaimana kita dapat mempelajari mahluk hidup di sekitar kita? Tentunya akan sulit jika mahluk hidup yang beragam jenis tersebut tidak dikelompokkan. Itulah sebabnya seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang dikenal dengan Carolus Linnaeus (1707-1778) melakukan klasifikasi mahluk hidup.
Klasifikasi mahluk hidup adalah pengelompokan mahluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri yang dimilikinya. Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi mahluk hidup disebut dengan Taksonomi.
Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:
- mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki
- mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup dari jenis yang lain
- mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup
- memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Berdasarkan tujuan tersebut, sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
- Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
- Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.
Tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup yang dilakukan oleh Linnaeus adalah sebagai berikut :
- Pencandraan atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan ciri-ciri mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
- Pengelompokan, yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya. Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu kelompok yang sama yang disebut dengan takson.
- Pemberian nama takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi, selanjutnya diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu kelompok mahluk hidup tertentu.
Linnaeus memperkenalkan hierarkki (tingkat) takson untuk mengelompokkan makhluk hidup. Hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga terendah (spesifik) adalah :
- Kingdom (kerajaan)
- Phylum (Filum) untuk hewan, atau Divisio (Divisi) untuk tumbuhan
- Classis (Kelas)
- Ordo (Bangsa)
- Familia(Keluarga/Suku)
- Genus (Marga)
- Spesies (Jenis)
Keterangan :
- Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
- Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin sedikit
- Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
- Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
- Semakin rendah takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin sedikit
Contoh klasifikasi tumbuhan Jeruk bali.
| Gambar |
Takson
|
Tumbuhan
|
![]() | Kingdom | Plantae |
| Divisio | Magnoliophyta | |
| Class | Magnoliopsida | |
| Ordo | Sapindales | |
| Familia | Rutaceae | |
| Genus | Citrus | |
| Spesies | Citrus grandis |
Artikel menarik lainnya :
- Saat belajar ekosistem sebenarnya kita belajar mengenal lingkungan sekitar kita. Kita dapat belajar mengenali apa saja komponen biotik ..
- Dalam ekosistem hanya tumbuhan hijau yang mampu menghasilkan makanan sendiri melalui proses fotosintesis dengan bantuan air, karbondioksida, klorofil ..
- Klasifikasi atau pengelompokan mahluk hidup ke dalam lima kingdom (lima kerajaan) dikemukakan oleh R.H Whittaker pada tahun 1969. ..
Langganan:
Postingan (Atom)

Di sebelah Utara pintu masuk utama terdapat monumen kecil untuk mengenang Olivia Raffles yang meninggal tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia. Kebun raya dibuka pada jam 8 pagi s/d 5 sore. Pada hari Minggu dan hari libur kebun raya sangat ramai dengan pengunjung. Harga tanda masuk Rp.5000 untuk hari biasa, Rp.4000 untuk hari Minggu dan libur. Pintu gerbang utama ada di sebelah Selatan, sedangkan pintu-pintu yang lain hanya dibuka pada hari Minggu dan libur.

